Foxbatam
Batam Editor's Picks

Ma’ruf Maulana : Kejayaan Industri Batam Harus Dikembalikan

Foxbatam – Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana menyebut belum saatnya Batam menjadi jadi kota pariwista. Ia merasa Batam sudah jadi tempat investasi mahal, sehingga tidak fokus mengembalikan ke kejayaan industri. Namun justru digiring ke industri pariwisata.

Menurutnya Batam sudah dikenal sebagai kota industri dan FTZ. Hal itu dikatakan Ma’ruf harus terus bekembang. Ia pun mengaku sudah sering memberikan masukan ke pemerintah.

“Kita memberikan masukan ke pemerintah, harus ada badan atau wadah yang fokus untuk mengurusi masalah investasi itu. Karena Kadin aja bisa. Sekarang kita sudah keluar 10 besar tujuan kota investasi. Ini sangat kita sayangkan. Tapi nanti kami sekitar bulan 10 atau 11, kami akan melakukan untuk menframing beberapa negara tujuan investasi. Kami akan melakukan promosi ke sana industri baru terbarukan, farmasi,” jelasnya dalam acara diskusi Metro Forum di Kantor POSMETRO Batam, Rabu (3/8/2022).

Selama ini kata Ma’ruf 42% Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri berasal dari Industri. Untuk itu pemerintah harus lebih concern untuk memberikan stimulus dan kemudahan bagi pengembangan industri.

“Karena sudah terbukti, kita harus lebih fokus ke industri karena memberikan share 42% terhadap PDRB Kepri,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, letak geografis Batam yang masih dekat dengan negara Singapura harus dikemas. “Kita harus rembukkan. Pemerintah harus mendengar para pelaku dunia usaha. Misalnya apa yang menjadi masalah di sini. Seperti biaya tinggi yang sangat dikeluhkan oleh pelaku usaha,” ucapnya.

“Contohnya seperti UKL-UPL, 15 tahun lalu dengan biaya Rp 10 jutaan. Sekarang berapa? 40-50 juta ada lagi biaya Amdallalin, sekali sidak minimal Rp100 juta. Minimal 4 kali sidang. Harusnya Covid-19 atau paska covid-19 kita dikasih relaksasi. Pangkas semua. Pajak restoran pajak hotel, pajak hiburan segala macam lah. Saya berharap pemerintah kota, kabupaten, pemprov duduk bersama para pelaku dunia usaha. Bicara bersama, untuk membuat tim. Ini bukan kepentingan Makruf atau pemerintah, untuk masyarakat semua,” tuturnya.

Ma’ruf juga melihat masih ada hambatan soal investasi di Batam. Ia mengatakan Batam kini menjadi tempat investasi mahal.

“Sampai sekarang kita juga belum selesai dengan masalah biaya biaya di pelabuhan. Ongkos pelabuhan kita terlalu mahal. Sepertinya ada hambatan atau ada monopoli. Contoh antara ongkos Singapura ke Batam, Singapura ke Hongkong, Singapura ke Jakarta lebih murah dari pada Batam ke Singapura, Batam ke Hongkong, bahkan Batam ke Jakarta. Inilah yang belum terjawab sampai sekarang,” ujarnya.

Sebagai pelaku usaha, kepemimpinan juga belum ada penyelesaian biaya di pelabuhan. Ada masalah pelabuhan yang belum selesai.

“Saya pelaku usaha. Real saya merasakan. Ongkos kontainer dari Batam ke Amerika sekarang 22 ribu dolar. Sebelumnya cuma 3 sampai 4 ribu us dolar. Persoalan ini yang tidak selesai – selesai,” akunya.

Related posts

Bahas Soal Pembangunan Infrastruktur Digital di Daerah 3T, Gubernur Kepri Akan Menjadi Narasumber di MetroTV

admin

Minimalisir Korupsi di Jalur Logistik Pelabuhan, Ketua KPK Minta Izin ke Luhut Kelola

admin

Siswi di Jepang Suka Memakai Rok Pendek, Ini Alasannya

admin