Foxbatam
Daerah Kepri

Digusur, Warga Kelurahan Batu Besar Tolak Proyek Pelebaran Jalan

Jalan Batu Besar - Simpang Taiwan

Foxbatam.co.id — Warga kelurahan Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (17/9/2021) melakukan aksi unjuk rasa penolakan pelebaran jalan yang akan mulai dilakukan oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Bahkan hingga sore tadi, aksi ujuk rasa ini masih dilakukan yang dilakukan di lapangan SMA Negeri 15, Batu Besar, Nongsa.

Melalui telepon, Mazlan mengatakan penolakan ini, dikarenakan tidak adanya kebijakan dari pihak BP Batam, mengenai lokasi pemindahan bagi masyarakat yang tempat tinggalnya tergusur akibat pelebaran jalan tersebut.

Baca: Penyelundupan Tembakau Gorilah dari Jakarta ke Batam Digagalkan Tim K-9 BC Batam

Baca: Madrid Tundukkan Inter Milan Melalui Gol Rodrigo

“Kami bukan menolak pembangunan, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan untuk kami, mau pindah kemana kami, kemana mau kami bawa keluarga kami,” kata Mazlan, Jumat (17/9/2021).

Adapun wacana pelebaran jalan Batu Besar ini, juga diketahui dari pemberitahuan yang telah disebarkan oleh pihak BP Batam.

Mazlan juga meminta kepada Pemerintah agar pelebaran jalan di Batu besar ditunda, pihaknya bersama warga lainnya juga merasa kecewa dengan ada pelebaran jalan ini.

Baca: Imbang, Atletico vs Porto Tanpa Gol

Baca: Liverpool Tertinggal 1-2 dari Milan

Baca: Waspada, Ini Dia Produk Honda Calon Penghancur Avanza

Selain rumah warga yang menjadi korban penggusuran, warga juga tidak dilibatkan dengan adanya pelebaran jalan ini.

“Kami minta ini ditunda dulu, kita duduk bersama dulu. Ini kampung kami, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam ini ke sini kalau ada maunya saja,” papar Mazlan.

Dari keterangan yang didapat oleh masyarakat, pihak BP Batam merencakan akan melebarkan jalan hingga mencapai angka Row 70.

Baca: Pengangguran di Batam Meningkat 3,48 Persen, Polemik Pencaker di Batam yang Minim Sertifikasi

Baca: Angka Covid-19 di Karimun, Kecamatan Meral Tertinggi

Baca: Mau Vaksin Astrazeneca Dosis Ke-2 di Batam, Ini Jadwalnya

“Kami awalnya berpikir tadi yang terdampak hanya warung yang ada tepat di pinggir jalan. Tapi ternyata kebijakannya diubah hingga ke kawasan kampung kami yang sebenarnya jauh dari pinggir jalan protokol,” terang Mazlan.

Sementara itu, anggota DPRD Batam dapil Nongsa Yunus juga mempertanyakan program pelebaran jalan yang akan dilakukan di wilayah itu.

Menurutnya, program pelebaran jalan tersebut belum jelas milik Pemerintah Kota (Pemkot) atau milik Badan Pengusaha (BP) Batam.

Baca: Di Batam, Venisian Open Air Mall Pertama Di Indonesia

Baca: UMKM di Kepri Sudah Bisa Memanfaatkan Pinjaman Lunak Tanpa Bunga di BRK

“Pelebaran jalan ini punya siapa sebenarnya? Punya Pemkot Batam atau punya BP Batam, kok bisa- bisanya tidak melihat rakyat,” terang Yunus.

Yunus juga meminta agar pengerjaan ini ditunda sebelum ada kejelasan untuk warga yang terdaampak dari kegiatan pelebaran jalan tersebut.

Sayangnya hingga saat ini Direktur Promosi dan Humas BP Batam Dendi Gustinandar belum berhasil dikonfirmasi terkait aksi unjuk rara penolakan kegiatan pelebaran jalan di kawasan Batu Besar yang dilakukan BP Batam. (rud/lin)

Related posts

Belajar dari Youtube, Peuda di Karimun Mahir Racik Ekstasi

Abi

Seorang Pria Sayat Wajah Istri Siri Lantaran Tersinggung

Abi

Semburan Abu Vulkanik Gunung Semeru Guyur Lima Kecamatan di Lumajang

Abi