Foxbatam
Daerah Editor's Picks Hukum dan kriminal Kepri

Kolaborasi War on Drugs, BNN Gandeng Stakeholder Gelar Operasi Laut Interdiksi Terpadu

Mafia Narkoba lebih leluasa manfaatkan jalur laut untuk mereka bertransaksi

Foxbatam.co.id — Penyelundupan dan peredaran gelap narkotika melalui jalur laut masih mendominasi di wilayah Indonesia.

Luasnya perairan Indonesia seolah menjadi celah bagi sidikat jaringan internasional untuk memasukan narkotika yang berasal dari Golden Triangle, Golden Crescent, maupun Golden Peacock ke Indonesia.

Mencermati kondisi tersebut Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait guna melakukan pencegatan atau interdiksi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia.

Baca: Gubernur dan Dubes KBRI Tokyo Bahas Rencana Pembangunan Pelabuhan Samudera Teluk Buton

Baca: Angka Prevalensi Covid-19 Turun, Gubernur: Ini Kerjakeras Semua Tim

BNN menggelar operasi laut interdiksi terpadu dengan menggandeng Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Selasa (14/9/2021) kemarin.

“Bukan rahasia lagi bahwa laut menjadi jalur utama masuknya narkotika ke wilayah Indonesia. Panjangnya garis pantai dan luasnya wilayah pengawasan membuat sindikat tidak pernah berhenti mencoba memanfaatkan kelengahan aparat dalam menjaga perbatasan wilayah Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting meletakan fokus kita ke perbatasan laut Indonesia yang rawan,” kata Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose, Rabu (15/9/2021).

Operasi ini digelar selama 12 hari terhitung sejak tanggal 14 September sampai dengan 25 September 2021.

Baca: 57 Kapal Gabungan Akan Mulai Operasi Awasi Peredaran di Perairan Kepri

Baca: Siswa SMA 4 Batam Meninggal Akibat Vaksin, Keluarga : Itu Tidak Benar

Baca: Menjaga Kulit Sehat untuk Pria, Ini 5 Tips Sederhananya

Sebanyak 84 personel diterjunkan dalam operasi laut interdiksi terpadu yang terdiri dari unsur BNN maupun instansi terkait.

Adapun sejumlah wilayah yang menjadi target operasi yaitu perairan Selat Malaka, perairan Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu serta pelabuhan-pelabuhan yang terhubung dengan wilayah perairan tersebut.

“Operasi ini kita maksudkan untuk memberikan efek preventif dan represif, preventif dalam arti mencegah masuknya narkotika ke wilayah NKRI dan represif dalam arti bahwa operasi ini juga menargetkan untuk menangkap pelaku penyelundupan yang ditemukan saat operasi berlangsung,” jelas Petrus Reinhard.

Baca: Mangkir, Bobby Jayanto Kembali Dipanggil KPK Terkait Saksi Kasus Korupsi Bupati Bintan Non Aktif Apri Sujadi

Baca: Tugu Adipura Jadi Ikon Baru di Kabupaten Karimun

Baca: 995 Pengajar Rebutkan 595 Lowongan Guru di Karimun, Seleksi PPPK Tahap I Digelar

BNN berharap kerja sama dan kolaborasi dalam kegiatan operasi laut interdiksi terpadu 2021 ini menjadi langkah kolaborasi war on drugs sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana aksi P4GN.

“Operasi ini dimaksudkan untuk menjadi wadah awal untuk berkolaborasi, bekerja sama, dan bersinergi antar penegak hukum di Indonesia guna terciptanya keselarasan langkah dan tindakan sehingga pemutusan peredaran gelap narkotika dapat terlaksana dengan lebih baik dan efektif,” tutup Petrus. (kcm/rud)

Related posts

Pengusaha Batam Inisial PS Ditetapkan Tersangka Penyelundupan Ponsel

Abi

Bocah Tewas Mengenaskan di Dimasukan dalam Karung Lalu Dibuang

Abi

Kudeta Myanmar: India Diminta Kembalikan Polisi Myanmar yag Tolak Melaksanakan Perintah Militer

Almifitri