Foxbatam
Daerah Kepri Pendidikan

Masih Terapkan Belajar Daring, Begini Sistem Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Batam

SLB Putrakami

Foxbatam.co.id — Sistem pembelajaran secara daring atau online, yang saat ini masih diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kepulauan Riau tidak dapat dilakukan secara keseluruhan.

Pembelajaran daring ini, ternyata tidak dapat dilakukan sepenuhnya, terutama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Salah satunya, seperti sistem pembelajaran tatap muka (PTM), yang sudah mulai dilakukan oleh SLB Putrakami Batam.

Baca: BUMD Tanjungpinang Marah, Banyak Lapak di Pasar Disewakan Kembali oleh Penyewa

Baca: Perdagangan Kapal Tongkang tidak Terpengaruh Pandemi Covid-19

“Hal ini juga didasari permintaan kami dari pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Tahun lalu kami meminta agar anak-anak kami dapat diberikan kebijakan khusus, agar dapat bertemu dengan para guru nya,” kata Hefrina, Kepala Sekolah SLB Putrakami dikutip dari Kompas.com.

Walau demikian, permintaan ini juga didasari kesepatakan, mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan, saat proses belajar mengajar berlangsung.

Salah satunya adalah pembatasan ketat yang dilakukan oleh pihak sekolah, sehingga saat ini, para anak didik yang dapat mengikuti kelas maksimal hanya boleh berjumlah lima orang saja.

Baca: Peringatan Dini Cuaca Wilayah Kepulauan Riau, Selasa (31/8/2021) pukul 05.15 WIB

Baca: MTXL Axiata Merdeka Beramal, Santuni Ratusan Yatim dan Piatu Serentak di 4 Kota

Baca: Seleksi Terbuka JPT Sekda Kepri di Buka

Namun terkadang, bahkan dalam satu kelas satu guru hanya boleh melakukan bimbingan belajar kepada satu anak, dengan waktu pembelajaran maksimal selama satu atau dua jam.

“Namun hal ini hanya diperuntukan bagi anak didik kami yang masih dalam kategori, sedang menuju mandiri. Dalam hal ini maksud saya adalah, memang anak didik yang perlu bimbingan dari guru secara langsung,” ungkap Hefrina.

Mengenai hal tersebut, Hefrina juga menuturkan bahwa bagi siswa yang dianggap telah mandiri, disarankan agar tetap mengikuti pembelajaran secara daring atau online.

Baca: Ada Hutan Wisata Mangrove di Pulau Bintan

Baca: Di Batam Kasus Covid-19 Melandai, 3 Kecamatan Zona Hijau

Dimana sistem daring yang diterapkan, adalah menggunakan video call grup dari aplikasi WhatsApp.

Untuk saat ini, dari total 58 siswa berkebutuhan khusus, sebanyak 50 persen siswa mengikuti pembelajaran secara daring, sementara lainnya masih tetap mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Jadi saat pembelajaran di kelas dimulai, guru secara bersamaan juga memulai video call grup WhatsApp kelas, agar siswa di rumah bisa mengikuti pembelajaran sembari dibimbing oleh orangtuanya,” lanjut Hefrina.

Related posts

UMKM di Kepri Dapat Pendampingan Manajemen Digital dari Kemenkominfo RI

Abi

Kemitraan Investor dan UMKM Dorong Pulihnya Ekonomi Kepri

nugie

Larangan Mudik, Doni Monardo Minta Unsur di Daerah Tak Terlambat Lakukan Pengetatan Mobilitas

Rio