Foxbatam
Editor's Picks Hukum dan kriminal Nasional

Kejagung Pernah Dibom Usai Periksa Tommy Soeharto 20 Tahun Silam

Gedung Kejagung yang hangus terbakar.

Foxbatam.co.id — Sekitar pukul 18.05, Selasa (4/7), bom meledak di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terletak di Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan. Bom yang belum diketahui jenisnya ini meledak tepat di bagian belakang Gedung Bundar.

Peristiwa ini terjadi hanya berselang sekitar satu jam setelah Hutomo Mandala Putera atau Tommy Soeharto meninggalkan Gedung Bundar, usai diperiksa sebagai saksi atas tersangka mantan Presiden Soeharto.

Tommy datang ke Gedung Bundar sekitar pukul 13.15 didampingi penasihat hukumnya, Juan Felix Tampubolon, dan selesai diperiksa sekitar pukul 17.00.

Baca: Mau Tahu Tanda WhatsApp Anda Mau Dibajak, Simak Ini

Baca: 13 Tentara AS, 60 Warga Tewas dan 158 Luka di Insiden Bom Bandara Kabul

Ia diperiksa berkaitan dengan pembelian tanah seluas 144 hektar di Desa Citeureup, Bogor, yang sekarang di atasnya dibangun Sirkuit Sentul. Tommy, melalui Yayasan Tirasa miliknya, membeli tanah tersebut dari Yayasan Supersemar seharga Rp 1,4 milyar.

Sebagaimana biasa, usai diperiksa, Tommy tidak bersedia menjawab pertanyaan para wartawan dan bergegas masuk ke mobilnya.

Ledakan bom itu menimbulkan berbagai spekulasi. Jaksa Agung Marzuki Darusman kepada pers di sela-sela perayaan ulang tahun Kemerdekaan Amerika Serikat, Selasa malam, menyatakan prihatin atas pengeboman yang dilakukan pihak tertentu di saat Kejaksaan Agung sedang serius menuntaskan kasus KKN. Ia menduga pengeboman itu dilakukan oleh pihak yang tertekan.

Baca: Billy Mambrasar dan Bupati Fakfak Luncurkan Program Petani Milenial

Baca: Penggunaan untuk Vaksin Covid-19 Sputnik-V, BPOM Terbitkan Izinnya

Ledakan bom itu telah memorak-porandakan ruangan kamar kecil dan dapur yang ada di lantai dasar. Beberapa bagian dinding pada ruangan tersebut terlihat retak.

Kaca pintu belakang dan kaca jendela ventilasi kamar kecil yang berada di lantai dasar juga hancur berantakan. Ledakan bom itu juga memorak-porandakan beberapa ruangan di lantai atasnya, terutama kamar kecil di lantai satu dan dua. Bahkan beberapa saat setelah terjadi ledakan, air mengucur dari kamar kecil di lantai satu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Para petugas keamanan dalam sedang berada di bagian depan gedung. Ada seseorang yang sedang berada di kamar kecil pada saat bom itu meledak.

Baca: Jembatan Batam-Bintan, Pemprov Kepri Pastikan Sudah Sangat Siap

Baca: Ansar Bahas Infrastruktur Pelabuhan dan Bandara Dihadapan Menhub

“Saya enggak tahu dari mana arah ledakan itu, yang jelas suaranya di atas kepala saya. Saya langsung lari ke luar. Perasaan saya tadi sempat melayang dan pasrah saja. Untung tidak apa-apa, hanya memar di kepala,” kata Benny, seorang sopir dari PT Bahana.

Sedang rapat

Saat terjadi ledakan, sebagian besar jaksa masih menyelesaikan tugas-tugasnya. Bahkan, saat itu, di sebuah ruangan di lantai lima sedang ada rapat untuk mengevaluasi suatu kasus yang dipimpin Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ramelan.

Karuan gelegar bunyi ledakan bom tersebut sempat mengagetkan para jaksa. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, listrik di Gedung Bundar langsung dimatikan.

Related posts

Giliran Penyuap Edhy Prabowo Jalani Tuntutan Perkara Izin Ekspor Benur

nugie

HUT XL Axiata Ke-24, Layanan VoLTE di 13 Kota

Abi

Belum Ada Hilal, Pajak Mobil 0 Persen Baru Wacana

Abi