Foxbatam
Daerah Editor's Picks Ekbis Lainnya Nasional

Penyaluran BLT Desa Diprioritaskan Bagi Warga Terdampak Covid-19, Ini Pesan Mendes PDTT

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat memimpin rapat.

Fox Batam, JAKARTA — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta para kepala desa (kades) dan relawan Desa Lawan COVID-19 untuk terus menerus memantau warga yang mengalami dampak akibat pandemi COVID-19.

Mendes PDTT mengatakan, seluruh warga desa yang terdampak ekonomi harus mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

“Jangan sampai ada warga desa yang terdampak [COVID-19], baik dari sisi ekonomi dan kesehatan yang tidak tertangani,” ujar Halim Iskandar pada Rapat Virtual Percepatan Realisasi Bantuan Sosial Provinsi Jawa Timur.

Baca: Pemerintah Salurkan 1.367 Unit Bantuan PSU di Kalimantan Barat

Baca: Paling Banyak Tertular Covid-19 Rata-rata Warga Usia 26-45 Tahun

Baca: PPKM Mikro, Gubernur Kepri Kembali Keluarkan SE Perpanjangan Perjalanan Orang

Baca: PPKM Darurat, XL Center Sediakan Layanan Online XL/AXIS #dariRUMAHsaja

Mendes PDTT mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah melakukan berbagai relaksasi untuk mempermudah dan mempercepat proses penyaluran BLT Dana Desa. Menurutnya, relaksasi tersebut memungkinkan BLT Dana Desa diberikan secara rapel.

Ia berharap agar pemerintah daerah (pemda) dapat membantu percepatan penyaluran BLT Dana Desa kepada masyarakat.

“Kemarin-kemarin BLT Dana Desa hanya bisa disalurkan tiap bulan. Hari ini sudah lebih disederhanakan lagi dan bisa dirapel, sehingga bisa tiga bulan langsung [dicairkan], untuk kemudian diberikan kepada KPM [Keluarga Penerima Manfaat],” ujarnya.

Lebih lanjut Halim Iskandar mengatakan, data KPM BLT Dana Desa tahun ini merujuk pada data KPM BLT Dana Desa tahun lalu, yang sudah melalui verifikasi ulang. Meski demikian, data KPM tersebut bisa saja berubah sesuai dengan kondisi ekonomi warga di masing-masing desa.

Baca: Jaringan 4G Jangkau 92 persen Desa di Lampung, XL Axiata Terus Perluas

Baca: Gencarkan Implementasi Inpres 2/2021, BPJS Ketenagakerjaan Audiensi Virtual Dengan Kemenkop UKM

Baca: Subholding Gas Bersinergi Serahkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM

Baca: Kabupaten Natuna Ditetapkan Sebagai Zona Merah

“Data penerima BLT Dana Desa sangat fleksibel. Hari ini bisa saja berkurang, bulan depan bisa saja bertambah karena situasi yang mengharuskan,” tuturnya.

Mendes PDTT menyampaikan, BLT Dana Desa diprioritaskan untuk warga desa yang kehilangan mata pencaharian dan belum mendapatkan jaring pengaman sosial lainnya. Pendataan KPM BLT Dana Desa dilakukan oleh relawan Desa Lawan COVID-19 berbasis Rukun Tetangga (RT), yang kemudian diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes).

“Yang kehilangan mata pencaharian karena sekarang enggak bisa buka warung misalnya, ini masuk sebagai KPM. Nah ketika sudah bisa buka warung lagi, mata pencahariannya kembali, bisa saja dikeluarkan dari KPM. Sangat fleksibel sekali. Yang penting pendataannya betul dan diputuskan di Musyawarah Desa,” terangnya.

Related posts

Level 3, Masuk Kepri Wajib Tunjukan Tes Swab

Abi

4 September Ansar-Marlin Daftar ke KPU

Abi

Pasien Positif Corona di Kepri Nyaris Diangka 2.000 Orang

Abi