Foxbatam
Daerah Editor's Picks Hukum dan kriminal Nasional

Eks Pejabat Bank Sumut Ditahan Akibat Pinjam Nama di Kredit Rp35 M

Ilustrasi Kriminal.

Fox Batam, MEDAN — Eks Pimpinan Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, Kabupaten Deliserdang, berinisial LG (61) ditahan terkait kasus korupsi dana pinjaman kredit usaha rakyat Rp31 miliar pada 2013-2014.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 21 Juli 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021 dan tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Polisi Kepolisian Daerah Sumatera Utara,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian dikutip dari CNN Indonesia.

Baca: Pelaku Usaha Warung, Warteg, PKL Dapat Insentif

Baca: Pemerintah Sebut Telah Bayarkan Klaim Pasien dan Insentif Nakes

Baca: Ini Syarat Perjalanan Pesawat Udara Selama PPKM Level 4

Penahanan itu, katanya, dilakukan karena tersangka LG dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 21 KUHAP sehingga diterbitkan Surat Perintah Penahanan bernomor : Print-11/L.2/Fd.1/07/2021 tanggal 21 Juli 2021.

“Berdasarkan penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terhadap perkara ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp35.153.000.000,” urai Sumanggar.

Baca: Pemerintah Batasi Kedatangan WNA Dipenerapan PPKM Level 4

Baca: Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah Fokus Melakukan Reformasi Struktural

Baca: Airlangga: Penerapan PPKM untuk Mengendalikan Laju Covid-19 dan Menjaga Kehidupan Masyarakat

Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejati Sumut telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka lainnya yakni R (40) mantan Wakil Pimpinan Bank Sumut KCP Galang dan SL (43) debitur Bank Sumut KCP Galang.

Baca: Cek Ketersediaan Pangan Nasional, Jokowi Turun Langsung Tinjau Gudang Bulog

Baca: Pemerintah Siapkan Tambahan RS Darurat Covid-19 di Tujuh Daerah Perkotaan

Baca: Vaksin Kepri Habis, Hari Ini Pusat Kirim 1000 Vial Vaksin Ke Kepri

Dalam kasus ini, SL memanfaatkan sarana perkreditan Bank Sumut dengan mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera (KPP SS) dan Kredit Angsuran Lainnya (KAL) pada Tahun 2013 dengan menggunakan atau meminjam nama orang lain.

Pada 2014, kredit yang diajukan SL mulai bermasalah. Untuk menutupi cicilan kredit di Bank Sumut, SL bekerjasama dengan LG dan R kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan nama-nama orang lain.

Baca: UMKM di Kepri Dapat Pendampingan Manajemen Digital dari Kemenkominfo RI

Baca: Di Kepri, Capaian Vaksinasi Covid-19 Sudah 63,35 Persen

Baca: Mengejutkan, Rusia Rilis Jet Tempur ‘Siluman’ Pesaing F-35

Pencairan dana di Bank Sumut tidak sesuai ketentuan pemberian kredit yang ditetapkan dan dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara.

Sejak 2013 sampai 2015, SL memperoleh 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp35.775.000.000. Yang saat ini dalam kondisi macet total sekitar Rp31.692.690.986. (fnr/dia/arh)

Related posts

BPJAMSOSTEK Batam Sekupang Serahkan Santunan Kematian Nelayan Di Pulau Seraya Batu Legong

Abi

Tembus Pasar Baru, Pelindo 1 Dumai Ekspor Isotanik ke Port Klang Malaysia

Almifitri

Konsultasi Soal Pelaksanaan Tarawih saat Pandemi Covid-19, Menko PMK Temui JK

rey