Foxbatam
Editor's Picks Healthy Lainnya Metro Nasional

Keterisian Tempat Tidur Perawatan Covid-19 di Jakarta Mulai Flat

Keterisian Tempat Tidur Perawatan Covid-19 di Jakarta Mulai Flat.

Fox Batam, JAKARTA — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa keterisian tempat tidur perawatan pasien COVID-19  mulai flat.

Hal tersebut diungkapkan Dante dalam Keterangan Pers Bersama mengenai Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat secara virtual.

“Ada kabar baik tentang belakangan ini bahwa BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit sudah mulai flat di Jakarta. Ini mungkin akibat penambahan dari tempat tidur yang cukup signifikan. Dan angka yang masuk ke rumah sakit mudah-mudahan kita harapkan untuk beberapa hari ke depan tidak terlalu masif lagi,” ujarnya.

Baca: Rincian Program Perlindungan Sosial bagi Masyarakat saat APBN Capai Rp187,84 Triliun

Baca: Pemerintah Percepat Penyaluran dan Tambah Bantuan Sosial Kurangi Dampak Ekonomi PPKM

Baca: Kegiatan Masyarakat di Masa Libur Iduladha 2021 Kembali Dibatasi

Baca: Ojek Online Boleh Lewat Titik Penyekatan

Dengan adanya RS Asrama Haji serta penambahan tempat tidur di RS lainnya, terdapat total tambahan sekitar 2.000 tempat tidur di DKI Jakarta.

Selain itu, Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga membangun RS lapangan di beberapa wilayah di Tanah Air.

Dalam keterangan persnya, Wamenkes juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya menjamin ketersediaan obat terapi COVID-19 baik dengan mengoptimalkan suplai dari industri farmasi yang ada di dalam negeri maupun mendatangkan pasokan dari luar negeri.

Terdapat tiga jenis obat yang diupayakan melalui impor agar stoknya tetap aman untuk Indonesia, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas.

Baca: Video ‘Welcome to Indonesia’ Miliknya Viral, Ini Kata Kiky Saputri

Baca: Jadi Pasien Isoman Covid-19, Simak Cara Latihan Pernapasan dan Olahraganya

Baca: Kembali Meningkat, Australia Alami Kenaikan Kasus Positif

Baca: Daerah RI yang Kaya Emas Beserta Penggalinya, Simak Daftarnya

“Obat bisa saya laporkan bahwa di dalam negeri relatif terkontrol pasokannya. Kami menyadari bahwa ada obat-obat impor yang memang secara global pasokannya sangat ketat dan obat-obat tersebut antara lain ada Remdesivir, Actemra, Gammaraas (IVig),” ujarnya.

Dante menjelaskan, Remdesivir akan diimpor dari India, Pakistan, dan Cina. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Luar Negeri telah melakukan negosiasi agar India bisa membuka kembali ekspor untuk obat tersebut.

“Sudah mulai masuk sekitar 50 ribu vial dan nanti akan bertambah lagi menjadi 50 ribu vial lagi per minggu. Kami juga sudah membuka akses ke Cina supaya obat-obat yang mirip dengan Remdesivir bisa masuk,” jelasnya.

Related posts

Pemprov Kepri Pastikan Terus Komitmen Bangun Kemaritiman Kepri

Abi

Polisi Dalami Motif Ayah Siksa Anak di Tangerang Selatan

Abi

Pimpinan Samsung Lee Kun-hee Meninggal di Usia 78 Tahun

Abi