Foxbatam
Editor's Picks Ekbis Lainnya Metro Nasional

Ingat, Pembuatan Kartu Kurning Gratis dan Berlaku se-Indonesia

Kartu Kuning untuk Pencari Kerja.

Fox Batam, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan tidak ada pungutan biaya alias gratis dalam pengurusan dan pencetakan kartu tanda bukti pendaftaran Pencari Kerja (AK/I) atau biasa disebut dengan kartu kuning.

Untuk mendaftarkan diri sebagai pencari kerja, masyarakat dapat datang langsung ke Dinas Kabupaten/Kota, atau secara online melalui kemnaker.go.id pada layanan karirhub. Apabila kartu AK/I akan dicetak, maka pencari kerja harus datang ke Dinas Kabupaten/Kota terdekat.

Baca: Kondisi Terkini RS Darurat Wisma Atlet, Jangan Kaget

Baca: Biang Kerok ‘Ledakan’ Corona RI, Begini Kata Ahli Epidemiologi

Baca: Pembangunan Tol Joglosemar Hubungkan Pelabuhan di Utara dan Industri di Selatan Jawa

Baca: Kampanye Makan Telur Ayam Menko Airlangga Masuk Rekor Muri

“Apabila ada petugas yang meminta pungutan, laporkan saja ke pihak ke berwajib dan petugas yang meminta pungutan akan dikenakan sanksi tegas,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di Jakarta, Sabtu (19/06/2021).

Permintaan pembuatan kartu kuning belakangan ini dilaporkan meningkat di berbagai daerah. Hal ini dipengaruhi adanya persiapan pendaftaran CPNS, adanya lulusan pendidikan yang mencari kerja, serta para pekerja yang terdampak  pandemi COVID-19.

Baca: Menko Airlangga Apresiasi Kemauan Belajar dan Adaptasi Alumni Kartu Prakerja di Masa Pandemi

Baca: Pastikan Penguatan UMKM di Masa Pandemi, UMKM di Daerah Diberikan Pelatihan dan Coaching-Clinic

Baca: Airlangga: Kita Menang dalam Satu Komando

Baca: Pembuatan SIM A Kini Harus Menyertakan Sertifikat dari Sekolah Mengemudi

Menaker pun mengimbau masyarakat yang sedang mencari kerja untuk mendaftarkan diri ke Dinas yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan di tingkat kabupaten/kota. Pelayanan pendaftaran pencari kerja tersebut diatur oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja.

Hal ini juga sesuai kebijakan otonomi daerah, di mana pencari kerja yang akan bekerja di dalam atau di luar negeri harus terdaftar di Dinas Kabupaten/Kota sesuai domisili. Namun, bagi pencari kerja yang berada di luar kabupaten/kota domisilinya tetap dapat mendaftarkan diri ke Dinas ketenagakerjaan setempat, karena pelayanan pencari kerja bersifat nasional.

Related posts

10 Saham Terbanyak Dijual Asing Pasca Sepinya Transaksi Selama Sebulan Ini

Abi

Layani Threesome, Artis-Selebgram Prostitusi Online Bertarif Rp 110 Juta

Rio

Luas TPS Minimal 60 Meter Persegi

Abi