Foxbatam
Editor's Picks Healthy Lainnya Metro Nasional

Biang Kerok ‘Ledakan’ Corona RI, Begini Kata Ahli Epidemiologi

Pemakaman pasien yang meninggal akibat Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

Fox Batam, JAKARTA — Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menilai kenaikan kasus Covid-19 di dalam negeri selama beberapa hari terakhir dinilai telah dapat diprediksi sejak beberapa pekan yang lalu. Namun, PAEI pemerintah dinilai gagal dalam melakukan intervensi dengan langkah pencegahan.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi PAEI Masdalina Pane mengatakan, memang tak bisa dimungkiri penyulut kenaikan kasus Covid-19 adalah aktivitas masyarakat selama bulan puasa dan hari raya, seperti silaturahmi dan wisata. Pemicu yang paling dominan adalah masuknya varian Covid-19 baru ke Indonesia.

Baca: Pembangunan Tol Joglosemar Hubungkan Pelabuhan di Utara dan Industri di Selatan Jawa

Baca: Kampanye Makan Telur Ayam Menko Airlangga Masuk Rekor Muri

Baca: Menko Airlangga Apresiasi Kemauan Belajar dan Adaptasi Alumni Kartu Prakerja di Masa Pandemi

Baca: Pastikan Penguatan UMKM di Masa Pandemi, UMKM di Daerah Diberikan Pelatihan dan Coaching-Clinic

“Kenaikannya sudah bisa diprediksi, tapi sayangnya kita hanya memprediksi saja. Padahal pengendalian wabah itu membutuhkan intervensi, bukan cuma menghitung. Bukan cuma menghitung hari ini dapat berapa, kemudian besok berapa. Berapa sembuh, berapa mati, bukan itu. Pengendalian itu harus ada intervensi yang dilakukan untuk menahan itu, atau melakukan containment,” kata Masdalina kepada CNBC Indonesia seperti ditulis pada, Minggu (20/6/2021).

Dia menilai pola kenaikan kasus ini sudah mulai terlihat sejak minggu kedua April 2021. Jika dikalkulasi hingga pekan lalu, ini merupakan kenaikan kasus selama sembilan minggu berturut-turut. Namun upaya intervensi yang dilakukan sangat rendah atau tidak efektif.

Baca: Airlangga: Kita Menang dalam Satu Komando

Baca: Pembuatan SIM A Kini Harus Menyertakan Sertifikat dari Sekolah Mengemudi

Baca: Warga Prancis Sudah Resmi Lepas Masker, Indonesia

Baca: Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021, Simak Penjelasannya

Padahal upaya serupa pernah dilakukan dan terbukti berhasil dengan penurunan kasus 10 minggu hingga 15 minggu di beberapa daerah.

Menurut dia, upaya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan tracing. Namun tracing itu bukan hanya untuk mencari kasus saja, melainkan hingga containment dengan melakukan isolasi dan karantina.

Related posts

Gawat, Pasien COVID-19 di Tanjungpinang dan Batam Melonjak

Abi

Sandiaga Uno Positif Corona

iwan

Menko Airlangga Blusukan ke Pusat Industri Jabar, Ada yang Teriak Airlangga Presiden!

Abi