Foxbatam
Daerah Editor's Picks Ekbis Hukum dan kriminal Kepri Metro

Estimasi Kerugian Negara Rp1,03 Miliar, BC Batam Musnahkan Puluhan Ribu Barang Ilegal

Total perkiraan nilai barang sebesar Rp3,53 miliar dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp1,03 miliar.

Fox Batam, BATAM – Bea Cukai Batam kembali melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan di bidang kepabeanan dan cukai periode tahun 2015 s.d. tahun 2021.

Barang tersebut merupakan yang berasal dari Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD) dan Barang yang Dikuasai Negara (BDN) yang telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam.

“BMN yang dimusnahkan merupakan barang yang dilarang dan dibatasi serta barang-barang yang tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan kembali,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Susila Brata, di Lokasi Pemusnahan BMN, Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Rabu, (16/6/2021).

Baca: Hukuman Pinangki dari 10 menjadi 4 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakimnya

Baca: Cengkih dan Pala Anambas Dinilai Berkualitas Tinggi

Baca: Akhirnya 11 Desa di Lingga Terang Benderang

Baca: Di Kepri, Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 226 Orang

Susila menjelaskan bahwa pemusnahan ini dalam rangka menyelesaikan peruntukan Barang yang menjadi Milik Negara berdasarkan Pasal 33 (d) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor
178/PMK.04/2019.

“Pasal 33 PMK 178 Tahun 2019 mengatur bahwa BMN dimusnahkan dalam hal BMN tidak dapat digunakan, tidak dapat dimanfaatkan, tidak dapat dihibahkan, tidak mempunyai nilai ekonomis, dilarang diekspor atau diimpor dan/atau berdasarkan peraturan perundang-undangan harus dimusnahkan,” jelas Susila.

Susila mengatakan, adapun barang tersebut yakni air zam-zam sebanyak Air zam-zam sebanyak 2.607 botol, Kayu sebanyak 26.584 batang dan Barang kena cukai berupa hasil tembakau berbagai jenis dan merek sebanyak 86.402 batang atau pcs.

Baca: Lakukan Pungli, 36 Jukir Ilegal di Batam Ditangkap

Baca: Profesional Bersih dan Transparan, Inilah Komitmen Pelindo 1 Komitmen Ciptakan Layanan Kepelabuhan

Baca: Gubernur Ansar Apresiasi TMMD

Baca: Simak, Pedoman Pengadaan CASN Tahun 2021 oleh Kementerian PANRB

Kemudian kasur atau matras atau tilam sebanyak 438 pcs, Kebutuhan pokok yang sudah tidak layak konsumsi beras, beras ketan, gula danlainnya sebanyak 2.700 kg, Karpet dan balpress (pakaian) sebanyak 74 kg serta barang lainnya yang telah ditetapkan sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara.

“Total perkiraan nilai barang sebesar Rp3,53 miliar dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp1,03 miliar,” papar Susila.

Susila menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerjasama antar instansi terkait yang selalu berkomitmen untuk menjaga masyarakat dari peredaran barang ilegal yang dapat merusak kesehatan dan juga merugikan penerimaan negara. (r/aku/ruf)

Related posts

Rasio Elektrifikasi Diperkirakan Gagal Capai 100 Persen Tahun Ini

Abi

Waspada, Tanjungpinang Dilanda Hujan hingga Besok

Abi

Kepri Dapat Tambahan 41 BTS Lagi, Dibangun Operator Selular

nugie