Foxbatam
Internasional

Ratusan Tentara Myanmar Membelot, Siap Lawan Rezim

Ratusan tentara Myanmar disebutkan membelot melawan rezim pemerintah, buntut kisruh politik pasca pemilihan Presiden. Tanpak militer Myanmar sedang berbaris. (Foto dokumentasi Myanmar Now).

FOX Batam, Yangon – Media lokal Myanmar Now melaporkan, sekitar 800 tentara telah meninggalkan militer untuk bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) sejak kudeta militer di Myanmar.

Menurut mantan kapten, Lin Htet Aung (29), yang pernah bertugas di Batalyon Infanteri 528 di Negara Bagian Shan Timur membelot pada akhir Maret 2021, membenarkan ratusan tentara membelot dan mulai membantu tentara lain meninggalkan militer.

Menurut Lin, tiga perempat dari tentara yang membelot siap bergabung dengan Angkatan Pertahanan Rakyat (PDF) yang dibentuk pemerintah pro demokrasi melawan rezim. Lin menambahkan, sisanya ingin membantu revolusi dengan cara lain, tetapi tidak ingin berperang.

Sekitar 100 pembelot sebelumnya menjabat dengan pangkat termasuk mayor, kapten, dan letnan. Kebanyakan dari pembelot berusia 20-35 tahun dan tidak ada perwira dengan pangkat di atas mayor yang membelot.

Lin mengaku tidak mengharapkan apapun dari perwira dengan pangkat yang lebih tinggi untuk membelot. Namun, menurut dia, pertarungan akan lebih cepat selesai apabila perwira dengan pangkat tinggi membelot.

“Semakin tinggi (pangkat) mereka, semakin takut mereka kehilangan posisinya,” ujar Lin, Selasa (8/6/2021) malam.

Kebanyakan tentara yang membelot berasal dari angkatan udara dan laut. Tentara dari resimen infanteri dilaporkan merasa lebih sulit melarikan diri, karena takut akan dampaknya terhadap keluarga mereka.

Myanmar diguncang kudeta militer pada 1 Februari dengan menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan. (tan)

Related posts

Dari Mana Sebenarnya Hasrat Masyarakat Tionghoa pada Keberuntungan?

Abi

China Kesal, Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan

Abi

Di Depan Menhan China & AS, Ini yang Dibicarakan Prabowo terkait Laut China Selatan

Abi