Foxbatam
Editor's Picks Ekbis Internasional Lainnya Politik

China Tuding AS Tukang Sadap Nomor 1 di Dunia

Ilustrasi Bendera China dan AS

Fox Batam, CHINA – Di tengah heboh laporan tentang Washington yang memata-matai (spionase) sekutunya di Eropa, China mengeluarkan pernyataan kontroversial. Tiongkok menyebut AS sebagai “kekuatan penyadapan nomor satu di dunia.”

“Tidak dapat diterima bagi Amerika Serikat memata-matai sekutunya dan bahkan lebih tidak dapat ditoleransi untuk memata-matai dunia,” ujar Wang Wenbin, juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (5/6/2021).

“AS telah diakui sebagai kekuatan penyadap nomor satu di dunia dan menggunakan berbagai metode untuk tujuan tersebut,” lapor penyiar publik China CGTN.

Baca: Pembatasan Haji 2021 Arab Saudi Diduga Ada Perang Vaksin

Baca: Cadangan Migas Nambah 114,4 Juta Barel

Baca: Hingga 2023 Trump Tak Bisa Punya Akun Facebook & Instagram

“AS telah memasang alat pemantau di hampir 100 kedutaan dan konsulat AS di luar negeri untuk mencuri rahasia dari negara-negara itu,” dugaan Wang.

Pada awal pekan ini Media Jerman melaporkan badan intelijen Denmark membantu Badan Keamanan Nasional AS (NSA) memata-matai para pemimpin top Eropa, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Frank-Walter Steinmeier.

Pengungkapan Washington menguping sekutu Eropa pertama kali muncul pada tahun 2013, dan kini wartawan Jerman mendapatkan akses ke laporan internal tentang bagaimana Dinas Intelijen Pertahanan Denmark (FE) memberikan dukungan kepada NSA.

Baca: Napi Kasus Pencabulan di Gereja Depok Diisolasi Akibat Kedapatan Main Medsos di Penjara

Baca: 2 Polisi Pemasok Senpi dan Amunisi di Ambon ke Papua Dihukum 7 Tahun Penjara

Baca: Tembus Rekor Tertinggi, PMI Manufaktur Indonesia Ungguli ASEAN dan Korea

Laporan tersebut menunjukkan bahwa tetangga utara Jerman dan mitra Uni Eropa bekerja sama secara aktif dengan AS dalam memata-matai para pemimpin Jerman.

“AS menyadap sekutu Eropanya, seperti yang diungkapkan oleh media beberapa hari lalu, hanyalah puncak gunung es dari jaringan pencurian rahasia global yang besar, dan AS berutang penjelasan kepada komunitas internasional,” kata pejabat China itu.

Beijing juga mendesak Washington untuk “segera menghentikan penyadapan skala besar dan pencurian rahasia dan berhenti menekan perusahaan negara lain dengan kedok keamanan nasional.” (cnbc/dia/roy)

Related posts

Di Tanggerang, Keterisian Tempat Tidur Khusus Covid-19 Capai 85 Persen

Abi

JK Minta Masyarakat Waspada Kemungkinan Teror Serentak

iwan

Topang Kemajuan Ekonomi, Kementan Kenalkan Program Strategis Gratieks

Abi