Foxbatam
Daerah Editor's Picks Lainnya Nasional Pendidikan

Pemerintah Luncurkan Panduan Pembelajaran PAUD Hingga Pendidikan Menengah di Masa Pandemi, Ini DIa Penjelasannya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Fox Batam, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19, secara daring.

Panduan ini dihadirkan sebagai upaya menerjemahkan keputusan bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUDdikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Baca: Mobil Terjun ke Kubangan Tewaskan 4 Orang, Diduga Sopir Mengantuk

Baca: Keren, Sri Mulyani akan Pajaki Orang Kaya dan Naikkan PPN

Baca: Daftar Lengkap Skuad Grup A Euro 2020: Italia, Turki, Wales dan Swiss

“Para pemangku kepentingan di bidang pendidikan memang membutuhkan panduan operasional yang akan memudahkan kita mempersiapkan dan melaksanakan PTM terbatas, sebagai turunan SKB Empat Menteri yang telah disepakati,” ujarnya.

Diungkapkan Nadiem, sampai saat ini pihaknya masih sering mendengar dan membaca keinginan dari para pelajar agar PTM segera dimulai. Ini menunjukkan masih cukup banyak sekolah yang belum memberikan opsi PTM terbatas.

“Kami telah menyarankan kepada satuan pendidikan yang berada di zona hijau serta guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin untuk segera melaksanakan PTM terbatas,” ujarnya.

Baca: RI Tak Dapat Kuota Haji di 2021, Ternyata Ini Penyebab

Baca: Rumah Hancur Akibat Ledakan Gas, 2 WNA Alami Luka Bakar

Baca: Hadapi Puncak Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran, Pemerintah Pastikan Kesiapannya

Nadiem menyampaikan, dirinya memahami kekhawatiran yang dirasakan para pendidik dan orang tua terutama terkait kesehatan dan keselamatan. Namun, juga terdapat berbagai risiko dan dampak jangka panjang terutama bagi para peserta didik jika PTM terbatas tidak dilaksanakan.

“Masa depan Indonesia sangat bergantung pada SDM-nya sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi. Dengan semua pertimbangan itulah kami mengupayakan agar pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas penerima vaksinasi COVID-19,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Nadiem berharap dalam melaksanakan PTM terbatas, panduan ini dapat disesuaikan dan dikembangkan berdasarkan kondisi sekolah pada daerah masing-masing.

Related posts

Direktur PDAM Karimun Mengundurkan Diri

iwan

Di Bali, Inspektorat Dalami Dugaan Pemborosan Pengadaan Masker

Abi

Dibuka Mulai Pukul 10.00 – 20.00 WIB, Mall di Batam Berikan Berbagai Promo pada Pemberlakukan PPKM Level 3

Abi